Telkom Perkuat Internet di Papua Pegunungan hingga 40 Gbps

banner 468x60

https://baitcerita.com, Jayapura – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (8/5).

Infrastruktur ini menjadi langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat pemerataan akses digital di wilayah timur Indonesia, khususnya daerah dengan tantangan geografis tinggi seperti Papua Pegunungan.

banner 336x280

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi.

Sejumlah pejabat turut menyaksikan kegiatan tersebut, baik secara langsung maupun virtual dari Wamena, termasuk Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol, serta jajaran direksi Telkom dan Telkomsat.

Angga Raka Prabowo menegaskan, pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari prioritas nasional untuk menghadirkan infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.

“Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Community Gateway Wamena mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung dari Sabang sampai Merauke,” ujar Angga.

Menurut dia, tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat Papua Pegunungan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Community Gateway Wamena berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas satelit di wilayah Papua Pegunungan. Infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial sekaligus mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi.

Community Gateway Wamena merupakan fasilitas kedua yang dibangun TelkomGroup melalui Telkomsat setelah sebelumnya membangun Community Gateway di Merauke.

Namun, keduanya memiliki fungsi berbeda. Community Gateway Merauke dirancang sebagai backup link untuk menjaga layanan tetap berjalan jika terjadi gangguan jaringan terestrial, sementara Community Gateway Wamena dibangun sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas Papua Pegunungan.

(kiri ke kanan) Plt. CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo dan Direktur Utama Telkom Dian Siswarini meresmikan Community Gateway Wamena di Stasiun Bumi Sedang (SBS), Papua, Jumat (8/5).

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut Wamena memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi di Papua Pegunungan. Namun, wilayah tersebut menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas karena kondisi geografis yang sulit dijangkau jaringan kabel.

“Konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Dari pusat hingga wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital,” kata Dian.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi satelit melalui Community Gateway Wamena tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan jaringan nasional melalui jalur komunikasi yang lebih adaptif dan andal.

Velix Wanggai menilai kehadiran Community Gateway Wamena menjadi tonggak penting pembangunan di wilayah pegunungan Papua. Menurut dia, langkah Telkom dan Telkomsat menghadirkan solusi konektivitas satelit merupakan bentuk nyata keberpihakan pada masyarakat Papua Pegunungan.

Saat ini kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi tinggi. Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps.

Peningkatan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih stabil, latensi lebih terkendali, serta mendukung pertumbuhan kebutuhan trafik digital di wilayah tersebut.

Menariknya, Community Gateway Wamena juga didesain sebagai open access platform, sehingga tidak hanya dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga dapat digunakan operator lain, ISP lokal, maupun institusi terkait. Skema ini diharapkan membentuk ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

TelkomGroup menegaskan pembangunan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan sovereign infrastructure yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas, tetapi juga memperkuat kontrol, keandalan, dan ketahanan jaringan nasional.

“Kami percaya Community Gateway Wamena sebagai main link akan berdampak nyata meningkatkan kualitas layanan komunikasi di Papua Pegunungan, membuka akses ekonomi digital, mendukung layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutup Dian. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *