Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp 3 Triliun

banner 468x60

https://baitcerita.com, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan percepatan pelaksanaan program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Hingga 19 Oktober 2026, sisa alokasi dana buyback yang telah disetujui perseroan tercatat masih lebih dari Rp 3 triliun.

Program buyback tersebut telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama 12 bulan, terhitung sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

banner 336x280

Telkom menyatakan, rencana percepatan buyback merupakan bagian dari strategi alokasi modal untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Dalam pelaksanaannya, perseroan mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas, serta kebutuhan operasional dan investasi. Langkah tersebut juga dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, evaluasi program buyback dilakukan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal. Kebijakan itu sejalan dengan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.

“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Angelo menjelaskan, pelaksanaan buyback akan tetap memperhatikan prioritas alokasi modal dan kemampuan arus kas perseroan.

Menurut dia, program tersebut didanai menggunakan kas internal Telkom. Karena itu, keputusan pembelian saham akan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan prioritas penggunaan modal agar fleksibilitas keuangan perusahaan tetap terjaga.

“Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan,” kata Angelo.

Selain program buyback, Telkom melanjutkan transformasi organisasi dan bisnis menuju model Strategic Holding dengan struktur Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo).

Transformasi tersebut disertai penataan portofolio dan peningkatan efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional perusahaan.

Telkom juga mengarahkan berbagai inisiatif tersebut untuk memperkuat margin EBITDA serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Perseroan berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, sejalan dengan strategi transformasi TelkomGroup. (Red).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *