https://baitcerita.com, Batam – Polda Kepulauan Riau menggelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting Piala Kapolda Kepri 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Pelabuhan Beton, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya pesisir Melayu tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 106 peserta mengikuti perlombaan tersebut. Seluruh peserta menempuh lintasan sepanjang kurang lebih 500 meter.
Sementara untuk balap ketinting diikuti 18 peserta, lomba dayung sampan 34 tim putra dan 10 tim putri, dengan masing-masing tim beranggotakan dua orang.
Selain kedua perlombaan itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembagian bantuan sosial dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir Tanjung Riau.
Perlombaan secara resmi dibuka oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang diwakili Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo.
Dalam sambutannya, Wakapolda mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi Kepulauan Riau.
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun silaturahmi antara Polri dengan masyarakat pesisir Tanjung Riau dan para nelayan yang menjadi tulang punggung masyarakat Kepri, khususnya Batam,” ujar Brigjend Pol Anom.
Ia menjelaskan, Polri bersama Bhayangkari juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya menciptakan suasana yang positif di daerah yang menjadi salah satu tujuan investasi nasional tersebut.

Menurutnya, stabilitas keamanan dan keharmonisan hubungan antara masyarakat dengan aparat menjadi faktor penting dalam mendukung iklim investasi yang kondusif di Batam dan Kepulauan Riau.
Berbagai perlombaan yang digelar, seperti lomba ketinting, dayung sampan, hingga berbalas pantun, disebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang diakomodasi dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.
“Selain olahraga tradisional, kami juga mengangkat lomba berbalas pantun sebagai bagian dari pelestarian budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Kepri,” katanya.

Brigjen Pol Anom menambahkan, pantun merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi bagi masyarakat Melayu. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperkenalkan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal kepada generasi muda.
Panitia menyiapkan berbagai hadiah bagi para pemenang, mulai dari piala, piagam penghargaan, hingga uang pembinaan. Juara pertama memperoleh hadiah Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta.
Polda Kepri berharap kegiatan yang memadukan olahraga tradisional, pelestarian budaya, serta aksi sosial tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat pesisir Kepulauan Riau. (Red).



















