Menko Polkam: Generasi Muda Jangan Mudah Terhasut Disinformasi di Ruang Digital

banner 468x60

https://baitcerita.com, Batam — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengingatkan pentingnya menjaga ruang digital dari penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian. Menurut dia, arus informasi yang tidak terkendali dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda dan berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

Hal itu disampaikan Djamari saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau di Markas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Batam, Jumat (3/7/2026).

banner 336x280

Menurut Djamari, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berada di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Karena itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu aktif menghadirkan informasi yang akurat dan mencerdaskan.

“Kalau boleh saya katakan, perang kita sekarang sudah bukan perang di medan biasa lagi, tetapi perang di medan digital. Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat kita, jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah, dan kebencian,” ujar Djamari.

Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak benar menjadi ancaman apabila terus dikonsumsi generasi muda tanpa kemampuan menyaring informasi secara kritis.

“Yang saya khawatirkan adalah kalimat-kalimat yang ada di situ diserap oleh anak-anak kita sebagai penerus bangsa. Kita tidak bisa menitipkan bangsa ini kepada generasi muda yang mudah terhasut konten disinformasi, fitnah, dan kebencian,” katanya.

Djamari mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, serta tokoh masyarakat untuk berperan aktif memenuhi ruang digital dengan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain menyoroti tantangan di ruang digital, Djamari mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang disebut telah melampaui tujuh persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan stabilitas keamanan dan kepastian yang mendorong masuknya investasi.

“Ini adalah suatu penciptaan kondisi yang memungkinkan dan memberikan kenyamanan sehingga para investor mau datang. Saya memuji dan menghargai itu,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurut dia, peningkatan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan.

“Pertumbuhan ekonomi tersebut harus juga dirasakan oleh rakyat kita, karena setinggi apa pun pertumbuhan ekonomi, tujuannya adalah untuk menyejahterakan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Djamari juga mengajak seluruh unsur Forkopimda, kepala daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan demi mempertahankan iklim investasi yang kondusif di Kepulauan Riau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kepulauan Riau, Kapolda Kepulauan Riau, Pangkogabwilhan I, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Pangkoarmada I, Kajati Kepulauan Riau, pimpinan BP Batam, para bupati dan wali kota se-Kepulauan Riau.

Serta pimpinan perguruan tinggi, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Menko Polkam didampingi Sekretaris Kemenko Polkam didampingi Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para deputi, dan staf khusus. (Red).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *