https://baitcerita.com, Batam — Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri mengapresiasi langkah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bersama Polda Kepulauan Riau (Kepri) yang mengungkap kasus blackout listrik di Batam dan menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Ketua Umum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menyampaikan apresiasi tersebut kepada jajaran kepolisian atas upaya penyelidikan dan pengungkapan kasus yang menjadi perhatian masyarakat Batam.
Menurut Ismail, hasil penyelidikan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri dengan dukungan Polda Kepri diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat terkait persoalan blackout listrik tersebut.
Ia juga berharap pengungkapan kasus ini dapat mengakhiri berbagai spekulasi dan opini yang berkembang di ruang publik, terutama di media sosial.
“Persoalan blackout listrik Batam sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Karena itu, mari kita berikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas,” ujar Ismail.
Ismail mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menilai, penyebaran informasi simpang siur serta aksi saling menyalahkan, baik antarindividu maupun terhadap instansi tertentu, berpotensi memperkeruh situasi.
Menurut dia, seluruh pihak sebaiknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak membangun opini yang dapat memicu polemik di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, penyelesaian kasus blackout listrik Batam harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar prosesnya berjalan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat Batam agar mempercayakan penanganan persoalan ini kepada aparat penegak hukum. Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan tidak saling menyerang atau menyalahkan,” katanya.
Ismail juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas Kota Batam. Menurut dia, Batam merupakan milik bersama yang harus dijaga dan dibangun melalui semangat kebersamaan.
“Batam milik kita bersama. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas daerah ini,” tutupnya. (Red).













