https://baitcerita.com, Batam – Tim Satgas Percepatan Penyelesaian Permasalahan Air Bersih Kota Batam menggelar dialog bersama Koalisi Masyarakat Batu Merah Menggugat dan warga di kawasan Tugu Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Jumat (13/2/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin pengamanan oleh Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., serta dihadiri sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto, Direktur Pengendalian Lahan dan Pesisir Deni Tondano, dan Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan Iyus Rusmana, bersama unsur kecamatan, kelurahan, tokoh mahasiswa, serta sekitar 40 warga Batu Merah.
Dalam sambutannya, Kapolsek Batu Ampar mengimbau warga agar menyampaikan aspirasi melalui dialog terbuka karena pihak BP Batam telah hadir langsung di lokasi. Ia juga meminta masyarakat menjaga situasi tetap aman dan tidak perlu mendatangi kantor BP Batam karena pimpinan sedang rapat internal.
Perwakilan warga, Eka Yanti, menilai kehadiran pejabat BP Batam menjadi bukti keseriusan pemerintah menyelesaikan persoalan distribusi air yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Ia menegaskan koalisi warga bukan provokator, melainkan memperjuangkan hak memperoleh air bersih.

Ketua PMKRI Kota Batam Simeon Senang menyampaikan keluhan warga yang selama ini kerap menerima distribusi air pada malam hari dan belum terealisasinya janji pemasangan pompa sejak Desember 2024. Warga berharap Batu Merah menjadi prioritas penanganan.
Sementara itu Koordinator Aksi Benyamin meminta adanya surat pernyataan tertulis dari Kepala BP Batam sebagai bentuk komitmen resmi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengendalian Lahan dan Pesisir BP Batam Deni Tondano menjelaskan proyek penanganan air di Batu Merah telah memiliki anggaran dan sedang masuk tahap lelang yang direncanakan mulai pekan depan dengan estimasi proses sekitar 45 hari kerja. Setelah pemenang ditetapkan, pekerjaan diperkirakan berlangsung selama empat bulan.

Ia juga menyebut sementara waktu BP Batam tetap memperlancar distribusi air, termasuk pengadaan selang tambahan 50 meter, serta meminta warga melaporkan tagihan air yang melonjak dan tidak menggunakan pompa tambahan pada jaringan pipa karena dapat memengaruhi tekanan air.
Hasil dialog, warga menerima penjelasan BP Batam dan sepakat membatalkan rencana aksi demonstrasi ke kantor BP Batam dan DPRD Kota Batam. BP Batam juga berkomitmen menyampaikan perkembangan proyek secara terbuka kepada perwakilan masyarakat. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. (Red).



















