https://baitcerita.com, Batam – Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Cristy Lemon, menyampaikan hak jawab atas pemberitaan yang menyoroti pelaksanaan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPJI Kepulauan Riau di Golden Prawn, Bengkong, Batam, Rabu (8/7).
Hak jawab tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai kekecewaan pemegang mandat Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO DWIPA) Kepulauan Riau, Hans, yang menilai organisasinya tidak disebut dalam sambutan Ketua Umum DPP IPJI saat acara berlangsung.
Cristy menilai persoalan tersebut semestinya dapat disikapi secara proporsional. Menurut dia, seluruh pihak yang hadir merupakan tamu undangan dalam kegiatan pelantikan sehingga penyelenggaraan acara perlu dipahami dalam konteks keterbatasan panitia.
“Setiap tamu undangan sepatutnya menghormati penyelenggara acara. Saya hanya menjadi penghubung, tetapi persoalan ini berkembang seolah-olah menjadi tanggung jawab DPP IPJI. Padahal yang terjadi hanyalah kekecewaan yang kemudian dibesar-besarkan,” ujar Cristy.
Ia menjelaskan, banyaknya tamu undangan yang telah mengonfirmasi kehadiran membuat panitia menghadapi tantangan dalam mengakomodasi seluruh peserta. Kondisi tersebut, menurut dia, memungkinkan adanya nama tamu yang tidak sempat disebutkan satu per satu saat acara berlangsung.

Cristy mengatakan, Ketua DPW IPJI Kepulauan Riau, Ismail Ratusimbangan juga telah memberikan penjelasan bahwa jumlah tamu yang hadir cukup banyak sehingga panitia tidak memungkinkan menyebut seluruh nama secara individual.
Meski demikian, panitia telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dari atas panggung kepada tamu undangan yang belum sempat disebutkan.
Selain itu, Cristy menyayangkan beredarnya foto dirinya di sejumlah media daring tanpa konfirmasi kepada pihak DPP IPJI. Menurut dia, foto tersebut digunakan dalam pemberitaan yang tidak didasarkan pada wawancara maupun pernyataan resmi darinya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Budi Sudarmawan, dalam sambutannya juga telah menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.
Cristy berharap polemik tersebut tidak berlarut-larut dan dapat disikapi secara bijaksana oleh seluruh pihak, terutama sesama insan pers.
“Setiap penyelenggaraan kegiatan tentu memiliki kekurangan. Mungkin ada tamu yang merasa kurang puas, tetapi semestinya kita dapat memaklumi karena tidak ada manusia yang sempurna. Sebagai sesama profesi, sebaiknya kita saling memahami dan menyikapi persoalan ini dengan jiwa besar,” kata Cristy. (Red).



















