http://Baitcerita.com, Jakarta – Telkom Group menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Selasa (28/4).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Telkom University Convention Hall, Bandung, Sabtu (25/4).
Dalam kegiatan tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya literasi digital, etika teknologi, serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan generasi muda terlindungi dari berbagai risiko dunia maya. Ia menyebut ruang digital saat ini tidak hanya berkembang cepat, tetapi juga menghadirkan ancaman serius seperti mis informasi hingga kejahatan siber.
“Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai memperluas manfaat teknologi dan memperkuat daya saing bangsa khususnya di bidang digital,” ujar Meutya dalam sambutannya.
Meutya juga menegaskan bahwa mis informasi telah menjadi tantangan global sebagaimana disebut dalam laporan World Economic Forum 2025. Karena itu, ia mendorong lulusan Telkom University untuk turut menjadi agen literasi digital di masyarakat.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tegasnya.

Kehadiran Menkomdigi dalam wisuda tersebut turut didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini serta Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba. Rombongan disambut langsung oleh Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto beserta jajaran.
TelkomGroup sebagai perusahaan telekomunikasi digital menyatakan siap mendukung implementasi PP TUNAS melalui penguatan keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta inovasi layanan yang bertanggung jawab.
Selain memperluas konektivitas nasional, Telkom juga aktif menggelar berbagai program edukasi bagi generasi muda terkait etika bermedia, keamanan siber, dan pemanfaatan teknologi secara positif.
Dukungan TelkomGroup juga diperkuat melalui peran Yayasan Pendidikan Telkom yang membangun ekosistem pendidikan terintegrasi dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Pada jenjang pendidikan tinggi, termasuk Telkom University, fokus diarahkan pada pencetakan talenta digital unggul yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing secara global.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki integritas serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa.
“Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” kata Dian.
Pada kesempatan yang sama, Telkom University juga mendeklarasikan pengembangan Safe-AI yang human-centric sebagai komitmen membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.
Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menyampaikan bahwa kampus bertekad memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan dan perlindungan generasi penerus bangsa.
Pada wisuda periode ini, Telkom University melantik sebanyak 1.502 wisudawan yang terdiri dari lulusan program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Prosesi wisuda yang digelar dalam dua sesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan talenta muda menghadapi perkembangan teknologi global.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, TelkomGroup optimistis penguatan talenta digital yang dibarengi literasi, etika, serta keamanan teknologi akan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya ekosistem digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Red).



















