https://baitcerita.com, Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kolaborasi strategis untuk mendorong pengembangan ekosistem green digital infrastructure terintegrasi di Indonesia. Selasa (14/4).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mengintegrasikan infrastruktur digital Telkom dengan pasokan energi rendah karbon dari PGN. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret kedua perusahaan dalam mempercepat pemanfaatan energi hijau untuk mendukung operasional green data center yang berkelanjutan.
Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta, Jumat (10/4).
Acara ini turut dihadiri Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto, Direktur Strategic Portfolio Telkom Seno Soemadji, Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan, serta Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra.
Dalam kerja sama tersebut, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan pengelola data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi, termasuk biomethane. Sementara PGN akan menyediakan energi tersebut melalui pemanfaatan biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra.
Ruang lingkup kerja sama mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau dalam ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menjamin ketersediaan energi hijau yang andal untuk pengembangan data center generasi baru yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Bhimo Aryanto menyebut kolaborasi tersebut sebagai momentum penting dalam memperkuat sinergi antar-BUMN sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan mitra global.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi. Sinergi yang dibangun tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” kata Bhimo.
Sementara itu, Dian Siswarini menegaskan kerja sama Telkom dan PGN menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan infrastruktur digital nasional yang andal sekaligus berkelanjutan.
“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub,” ujar Dian.
Menurut Dian, inisiatif tersebut juga sejalan dengan ambisi TelkomGroup untuk menjadi digital infrastructure powerhouse di tingkat regional.
TelkomGroup mencatat terdapat lima wilayah strategis pengembangan data center di Indonesia yang berpotensi didukung pasokan energi PGN, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Kelima wilayah tersebut telah terhubung dengan jaringan pipa gas PGN yang sudah ada, sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan baru.
Menanggapi hal itu, Arief Kurnia Risdianto menilai biomethane menjadi salah satu motor penggerak transformasi bisnis PGN menuju era rendah karbon.
“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan. Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” ujar Arief.
Selain memperkuat kerja sama domestik, TelkomGroup juga memperluas kolaborasi global dalam pengembangan ekosistem green digital infrastructure. Salah satunya melalui kemitraan dengan Sembcorp Development Ltd yang dijalankan melalui entitas data center TelkomGroup, NeutraDC.
Kerja sama global tersebut telah terjalin sejak 2025 dan difokuskan pada eksplorasi integrasi antara infrastruktur digital, platform, serta layanan energi berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan solusi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional dan kebutuhan pelanggan enterprise. Pendekatan yang dibangun juga diarahkan pada strategi end-to-end, mulai dari ketersediaan energi hijau di sisi hulu hingga implementasi solusi di sisi hilir.
Sinergi antara kerja sama domestik dan global ini diharapkan memperkuat pengembangan AI-ready green data center serta meningkatkan posisi TelkomGroup sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital regional.
Penandatanganan MoU Telkom dan PGN pun disebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran TelkomGroup sebagai penggerak ekosistem digital nasional, sekaligus mengukuhkan PGN sebagai penyedia energi rendah karbon untuk infrastruktur digital masa depan. (Red).

















