https://baitcerita.com, Bintan – Kepolisian Resor (Polres) Bintan memastikan video viral yang memperlihatkan seorang remaja diduga menjadi korban begal di kawasan Jembatan 1 Lintas Barat, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, merupakan rekayasa. Rabu, (17/6).
Kasatreskrim Polres Bintan AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aksi pembegalan tersebut pada Minggu (14/6/2026) malam.
“Sekitar pukul 23.30 WIB, Unit Opsnal Satreskrim Polres Bintan mendapatkan informasi adanya dugaan warga yang menjadi korban begal di Jembatan 1 Lintas Barat. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung melakukan pemetaan dan pengecekan di sekitar lokasi kejadian,” kata AKP Bimo
Polisi kemudian menelusuri identitas korban dengan mendatangi rumah sakit serta melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap pihak yang muncul dalam video viral tersebut.
Pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB, Unit Opsnal Satreskrim Polres Bintan mendatangi rumah seorang remaja berinisial MDPA (17), warga Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, yang diduga menjadi korban dalam video tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, remaja tersebut mengakui bahwa peristiwa yang ditampilkan dalam video viral itu tidak benar dan sengaja direkayasa.
“Yang bersangkutan mengakui bahwa video tersebut dibuat-buat dan tidak pernah terjadi aksi begal sebagaimana yang disampaikan dalam video,” ujar Kasatreskrim.
Menurut pengakuan remaja tersebut, video itu dibuat untuk menarik perhatian orang tuanya.
Polres Bintan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya tindak pidana pembegalan sebagaimana yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut.
Sebagai tindak lanjut, kepolisian telah melaporkan hasil penyelidikan kepada pimpinan serta membuat video klarifikasi guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. (Red).


















